PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM BISNIS
Ketika perusahaan bermigrasi ke
model e-business yang responsif, mereka melakukan investasi pada
kerangka kerja aplikasi pendukung keputusan berdasarkan data yang
membantu mereka merespons secara cepat perubahan pada kondisi pasar dan
kebutuhan pelanggan.
Informasi, Keputusan, dan Manajemen
Jenis
informasi yang dibutuhkan oleh pengambil keputusan di dalam suatu
perusahaan berhubungan langsung dengan tingkat pengambilan keputusan
manajemen dan jumlah struktur dalam situasi keputusan yang mereka
hadapi.
Tingkat pengambilan keputusan manajemen yang harus didukung oleh teknologi informasi dalam organisasi yang sukses adalah:
•
Manajemen Strategis. Umumnya, dewan direksi dan komite eksekutif yang
terdiri dari CEO dan eksekutif atas mengembangkan tujuan umum
organisasi, strategi, kebijakan, dan tujuan sebagai bagian dari proses
perencanaan strategis.
• Manajemen Taktis. Semakin banyak praktisi
bisnis dalam tim mandiri serta manajer unit bisnis yang mengembangkan
rencana jangka pendek dan jangka menengah, jadwal, dan anggaran serta
menentukan kebijakan, prosedur, dan tujuan bisnis untuk subunit mereka
di perusahaan.
• Manajemen Operasional. Anggota tim mandiri atau
manajer operasional mengembangkan rencana jangka pendek seperti jadwal
produksi mingguan.
Kualitas Informasi
Apa karakteristik yang
akan membuat produk informasi bernilai dan bermanfaat bagi Anda? Salah
satu cara untuk menjawab pertanyaan penting ini adalah dengan menguji
karakteristik atau atribut kualitas informasi.
Struktur Keputusan
Keputusan
yang dibuat pada tingkat manajemen operasional cenderung lebih
terstruktur, sedangkan keputusan pada tingkat taktis lebih
semiterstruktur , dan keputusan pada tingkat strategis lebih tak
terstruktur. Keputusan yang terstruktur melilbatkan situasi di mana
prosedur yang diikuti ketika keputusan diperlukan, dapat disebutkan
lebih awal. Keputusan pemesanan ulang persediaan yang dihadapi oleh
kebanyakan bisnis adalah salah satu contohnya. Keputusan tak terstruktur
melibatkan situasi keputusan di mana tidak mungkin menentukan lebih
awal mengenai prosedur keputusan yang harus diikuti. Akan tetapi,
kebanyakan keputusan bersifat semiterstruktur. Maksudnya, beberapa
prosedur keputusan dapat ditentukan, namun tidak cukup untuk mengarah ke
suatu keputusan yang direkomendasikan.
Dimensi Waktu
Ketepatan waktu Informasi harus tersedia ketika dibutuhkan.
Kekinian Informasi harus selalu baru ketika disediakan.
Frekuensi Informasi harus tersedia sesering yang dibutuhkan.
Periode waktu Informasi harus tersedia untuk periode waktu lampau, sekarang, dan masa depan.
Dimensi Isi
Keakuratan Informasi harus bebas dari kesalahan.
Relevasi Informasi harus berhubungan dengan kebutuhan informasi dari penerima tertentu untuk situasi tertentu.
Kelengkapan Semua informasi yang dibutuhkan harus tersedia.
Keringkasan Hanya informasi yang dibutuhkan yang disediakan.
Cakupan Informasi dapat memiliki cakupan yang sempit dan luas, atau untuk fokus internal dan eksternal.
Kinerja
Informasi dapat menunjukan kinerja dengan mengukur aktivitas yang
diselesaikan, kemajuan yamg dicapai, atau sumber daya yang diakumulasi.
Dimensi Bentuk
Kejelasan Informasi harus tersedia dalam bentuk yang mudah dipahami.
Rinci Informasi dapat disediakan dalam bentuk rinci dan ringkasan.
Urutan Informasi dapat disusun dalam urutan yang telah ditentukan.
Presentasi Informasi dapat disajikan dalam bentuk narasi, numerik, grafik, atau bentuk lainnya.
Media Informasi dapat disediakan dalam bentuk dokumen tercetak, tampilan video, atau media lainnya.
Contoh-contoh keputusan menurut jenis struktur keputusan dan menurut tingkat manajemen.
Struktur Keputusan Manajemen Operasional Manajemen Taktis Manajemen Strategis
Tak
terstruktur Manajemen kas Rekayasa ulang proses bisnis Analisis kinerja
kelompok kerja Inisiatif e-business yang baru Reorganisasi perusahaan
Semiterstruktur
Manajemen kredit Penjadwalan produksi Tugas kerja harian Penilaian
kinerja karyawan Penganggaran modal Penganggaran program Perencanaan
produksi Merger dan akuisisi Lokasi site
Terstruktur Pengendalian Pengendalian program
Perbandingan
perbedaan utama informasi dan kemampuan pendukung keputusan sistem
informasi manajemen dan sistem pendukung keputusan (Decission support
system-DSS).
Sistem Informasi Sistem Pendukung Keputusan
•
Pendukung keputusan yang disediakan Menyediakan informasi mengenai
kinerja oprganisasi Menyediakan informasi dan teknik pendukung
keputusan untuk menganalisis masalah khusus atau peluang
• Bentuk informasi Respons dan laporan periodik, pengecualian, permintaan, dan pendorong Respons dan permintaan yang interaktif
• Format informasi Format tetap dan telah ditentukan sebelumnya Format yang dapat diadaptasi, fleksibel, dan ad hoc
•
Metodologi pemrosesan informasi Informasi yang diproduksi dengan
ekstaksi dan manipulasi data bisnis Informasi yang diproduksi dengan
pemodelan analitis dari dat bisnis
Tren Pendukung Keputusan
Semakin
banyaknya aplikasi yang memfokuskan pada pendukung keputusan yang
bersifat persona, pemodelan, penulusuran informasi, gudang data,
skenario jika–maka (what-if), dan pelaporan.
Tren ini telah mengalami
percepatan seiring dengan pertumbuhan yang sangat cepat dari Internet
serta intranet dan ekstranet dari perusahaan yang menggunakan Internet
dan pemilik kepentingannya. Inisiatif e-business dan e-commerce yang
sedang diimplementasikan oleh banyak perusahaan juga memperluas
ekspektasi serta penggunaan informasi dan pendukung keputusan dari
karyawan, manajer, pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis lainnya.
Bisnis
harus memenuhi persyaratan analisis data dan informasi dari pemilik
kepentingan dengan menyediakan pendukung keputusan berbasis Web yang
lebih proaktif dan dipersonalisasi.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem
Informasi manajemen adalah jenis awal dari sistem informasi yang
dikembangkam untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial. SIM
menghasilkan produk informasi yang mendukung banyak kebutuhan pengmbilan
keputusan harian dari para manajer dan praktisi bisnis. Laporan,
tampilan, dan respons yang dihasilkan oleh sistem informasi manajemen
menyediakan informasi yang telah ditetapkan oleh para pengambil
keputusan untuk mencukupi kebutuhan informasi. Produk informasi yang
telah ditentukan dapat memuaskan kebutuhan informasi para pengambil
keputusan pada tingkat ooperasional dan taktis di organisasi yang
dihadapi dalam situasi keputusan yang lebih terstruktur. Misalnya,
manajer penjualan sangat bergantung pada laporan analisis penjualan
untuk mengevaluasi perbedaan kinerja antartenaga penjual yang menjual
jenis produk yang sama ke jenis pelanggan yang sama.
Manajer dan
pengmbil keputusan bisnis lainnya menggunakan Sim untuk memperoleh
informasi mengenai tempat kerja mereka yang berjaringan yang mendukung
aktivitas pengambilan keputusan mereka. Informasi ini dapat berbentuk
laporan periodik, pengecualian, dan permintaan dan tanggapan langsung
dari permintaan. Browser Web, program aplikasi, dan software manajemen
database meneyediakan akses ke informasi di intranet dan database
opersional lannya di dalam organisasi.
Alternatif Pelaporan Manajemen
Sistem
informasi manajemen menyediakan berbagai produk informasi bagi manajer.
Ada empat alternatif pelaporan utama yang disediakan oleh sistem ini.
•
Laporan Terjadwal secara Periodik (periodic scheduled reports). Bentuk
tradisional penyediaan informasi bagi manajer dengan menggunakan format
yang telah ditentukan dan menyediakan informasi secara rutin kepada
manajer.
• Laporan Pengecualian (exception reports). Dalam beberapa
kasus, laporan dibuat hanya jika terjadi kondisi pengecualian. Dalam
kasus lainnya, laporan dibuat secara periodik namun hanya berisi
informasi mengenai kondisi pengecualian tersebut. Misalnya, manajer
kredit dapat diberi laporan yang hanya berisi informasi mengenai
pelanggan yang melewati batas kreditnya. Pelaporan pengecualian
mengurangi kelebihan informasi, sehingga tidak perlu memberikan seluruh
laporan aktivitas bisnis secara rinci bagi pengambil keputusan.
•
Laporan Permintaan dan Tanggapan (demand report s and responses).
Informasi tersedia kapan pun manajer menginginkannya. Misalnya, browser
Web dan bahasa permintaan DBMS serta penghasil laporan (report
generator) memungkinkan manajer di tempat kerja komputer untuk
memperoleh tanggapan langsung atau menemukan dan mendapatkan laporan
tertentu sebagai hasil dari permintaan informasi yang mereka butuhkan.
Jadi, manajer tidak harus menunggu laporan periodik untuk tiba sesuai
yang dijadwalkan.
Pemrosesan Analitis Online
Pada rapat
pemegang saham baru-baru ini, CEO PepsiCo, D. Wayne Calloway, mengatakan
: “Sepuluh tahun yang lalu, saya dapat menyampaikan kepada Anda
bagaimana penjualan Doritos di bagian Barat Mississipi. Saat ini, saya
tidak hanya dapat menyampaikan seberapa baik penjualan Doritos di bagian
Barat Mississipi, namun saya juga dapat memberitahukan kepada Anda
seberapa baik penjualan mereka di California, di Orange County, di desa
Irvine, di supermarket lokal Vons, dalam promosi khusus, diujung Lorong
4, pada hari Kamis”.
Lingkungan bisnis global saat ini yang
dinamis dan kompetitif mendorong permintaan manajer bisnis dan analis
akan sistem informasi yang dapat menyediakan jawaban yang cepat atas
berbagai permintaan bisnis. Industri SI telah merespons permintaan ini
dengan pengembangan seperti database analitis, data mart, gudang data,
teknik penambangan data, dan struktur database multidimensi (dibahas di
Bab 5), dan dengan server khusus serta produk software berbasis Web yang
mendukung pemrosesan analitis online (online analytical processing –
OLAP).
Pemrosesan analitis online melibatkan beberapa operasional
analitis dasar, termasuk konsolidasi, “penggalian (drill-down)”, dan
“pengirisan dan pemotongan (slicing and dicing).”
• Konsolidasi.
Konsolidasi melibatkan pengumpulan data. Hal ini dapat melibatkan
pengumpulan sederhana atau pengelompokan yang rumit dengan melibatkan
data yang saling berhubungan. Misalnya, data kantor penjualan dapat
dikumpulkan ke wilayah, dan wilayah ke regional.
• Penggalian. OLAP
dapat bergerak kearah kebalikan dan secara otomatis menampilkan rincian
data yang telah dikonsolidasikan. Ini disebut penggalian. Misalnya,
penjualan menurut produk individual atau staf penjualan yang
menghasilkan total penjualan regional dapat dengan mudah diakses.
•
Pengirisan dan Pemotongan. Pengirisan dan pemotongan merujuk pada
kemampuan untuk melihat database dari berbagai sudut pandang. Satu
irisan dari database penjualan dapat menunjukkan semua penjualan dari
satu jenis produk secara regional. Irisan yang lain dapat menunjukkan
semua penjualan menurut saluran penjualan dari setiap jenis produk.
Pengirisan dan pemotongan sering dilakukan sejalan dengan sumbu waktu
untuk menganalisis trend an menemukan pola berbasis waktu pada data.
Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan (decision support system – DSS) adalah
sistem informasi berbasis komputer yang menyediakan dukungan informasi
yang interaktif bagi manajer dan praktisi bisnis selama proses
pengambilan keputusan. Sistem pendukung keputusan menggunakan (1) model
analitis, (2) database khusus, (3) penilaian dan pandangan pembuat
keputusan, dan (4) proses pemodelan berbasi komputer yang interaktif
untuk mendukung pembuatan keputusan bisnis yang semiterstruktur dan tak
terstruktur.
Komponen DSS
Berbeda dengan sistem informasi
manajemen, sistem pendukung keputusan bergantung pada basis model (model
bases) dan database sebagai sumber daya sistem yang vital. Basis model
DSS adalah komponen software yang terdiri dari model-model yang
digunakan dalam rutinitas komputasional dan analitis yang secara
matematis menyatakan hubungan antarvariabel. Misalnya, program
spreadsheet dapat berisi model yang menyatakan hubungan akuntansi
sederhana antara berbagai variabel, seperti Pendapatan – Beban = Laba.
Atau basis model DSS dapat mencakup model-model dan teknik analitis yang
digunakan untuk menyatakan hubungan yang jauh lebih kompleks.
Paket DSS
•
Ritel : Information Advantage dan Unisys menawarkan Category Management
Solution Suite, sistem pendukung keputusan OLAP, dan model data khusus
industri.
• Asuransi : Computer Associates menawarkan RiskAdvisor,
sistem pendukung keputusan risiko akuntansi yang model datanya menyimpan
informasi dalam tabel khusus industri asuransi yang dirancang untuk
kinerja permintaan yang optimal.
• Telekom: NCR dan SABRE Decision
Technologies telah bergabung untuk menciptakan program Retensi Pelanggan
NCR untuk industri komunikasi termasuk data mart untuk perusahaan
telepon yang dapat digunakan sebagai pendukung keputusan dalam mengelola
loyalitas pelanggan, kualitas pelayanan, manajemen jaringan, penipuan,
dan pemasaran.
Penggunaan Sistem Pendukung Keputusan
Penggunaan sistem pendukung keputusan (decision support system-DSS)
melibatkan proses pemodelan analitis (analytical modeling) yang
interaktif. Misalnya, penggunaan paket software DSS untuk pendukung
keputusan dapat menghasilkan berbagai tampilan sebagai respons terhadap
alternatif perubahan jika-maka yang dimasukkan oleh manajer. Hal ini
berbeda dari respons permintaan dari sistem informasi manajemen, karena
pengambil keputusan tidak minta informasi yang telah ditentukan
sebelumnya. Sebaliknya, mereka mengeksplorasi alternatif yang
memungkinkan. Jadi, mereka tidak perlu menentukan kebutuhan informasi
mereka didepan. Melainkan, mereka menggunakan DSS untuk menemukan
informasi yang mereka butuhkan untuk membantu mereka membuat keputusan.
Itu adalah inti dari konsep sistem pendukung keputusan.
Jenis Pemodelan Analitis Aktivitas dan Contoh
Analisis jika-maka Mengamati bagaimana perubahan terhadap variabel tertentu mempengaruhi variabel lainnya.
Contoh: Bagaimana jika kita memotong biaya iklan sebesar 10 persen? Apa yang akan terjadi pada penjualan?
Analisis sensitivitas Mengamati bagaimana perubahan yang berulang-ulang terhadap satu variabel mempengaruhi variabel lainnya.
Contoh: Mari kita potong biaya iklan sebanyak $100 secara berulang-ulang, agar kita dapat melihat hubungannya dengan penjualan.
Analisis
pencarian-sasaran (goal seeking) Membuat perubahan yang berulang-ulang
terhadap variabel tertentu hingga variabel yang dipilih mencapai nilai
sasarannya.
Contoh: Mari kita naikkan iklann hingga penjualanmencapai $1 juta.
Analisis optimisasi Menemukan nilai optimum untuk variabel tertentu, yang diberikan pembatas tertentu.
Contoh: Berapa jumlah biaya iklan yang terbaik, jika kita melihat anggaran dan pilihan media kita?
SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
Sistem
informasi eksekutif (executive information system- EIS) adalah sistem
informasi yang menggabungkan berbagai fitur sistem inforrmasi manajemen
dan sistem pendukung keputusan. Ketika pertama kali dikembangkan,
fokusnya adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi strategis manajemen
tingkat atas. Jadi, tujuan pertama dari sistem informasi eksekutif
adalah untuk menyediakan akses informasi yang mudah dan cepat kepada
eksekutif tingkat atas mengenai faktor-faktor penentu keberhasilan
(critical succes factors –CSF) perusahaan, yaitu faktor-faktor utama
yang penting untuk mencapai tujuan strategis organisasi. Misalnya, para
eksekutif di jaringan toko ritel akan mempertimbangkan faktor-faktor
seperti hasil penjualan e-commerce dan tradisional, atau bauran lini
produksinya sebagai faktor penentu untuk tetap bertahan dan sukses.
Fitur EIS
Dalam EIS, informasi ditampilkan dalam bentuk yang disesuaikan dengan
keinginan eksekutif yang menggunakan sistem tersebut. Misalnya,
kebanyakan sistem informasi eksekutif menekankan pada penggunaan
interface grafis dan tampilan grafis yang dapat disesuaikan dengan
informasi yang dibutuhkan oleh eksekutif yang menggunakan EIS. Metode
presentasi informasi lainnya yang digunakan oleh EIS mencakup laporan
pengecualian dan analisis tren. Kemampuan penting lainnya adalah
kemampuan untuk menggali (drill down), yang memungkinkan para eksekutif
untuk segera menelusuri tampilan informasi yang berhubungan dengan
tingkat pencarian yang lebih rendah.
Sistem informasi eksekutif
berbasis Web menyediakan berbagai informasi pribadi dan alat analisis
bagi manajer dan praktisibisnis untuk pendukung keputusan.
Portal Perusahaan dan Pendukung Keputusan
Jangan
menganggap portal sama dengan sistem informasi eksekutif yang telah
digunakan dibeberapa industri selama bertahun-tahun. Portal adalah untuk
setiap orang di perusahaan, dan bukan hanya untuk eksekutif. Anda
menginginkan orang-orang di garis depan membuat keputusan dengan
menggunakan browser dan portal, selain eksekutif yang menggunakan
software sistem informasi eksekutif khusus.
Portal informasi Perusahaan
Seseorang pemakai memeriksa e-mailnya, melihat harga saham perusahaan
saat ini, memeriksa hari libburnya, dan menerima pesanan dari pelanggan –
semua dari browser di komputernya. Ini adalah intranet generasi
berikutnya, yang juga disebut portal informasi perusahaan atau korporat.
Dengan portal ini, browser menjadi dashboard bagi tugas bisnis harian.
Portal Informasi perusahaan (enterprise information portal – EIP)
adalah interface berbasis Web dan perpaduan SIM, DSS, EIS dan teknologi
lainnya yang memberikan semua pemakai intranet dan pemakai ekstranet
tertentu untk mengakses berbagai layanan dan aplikasi bisnis internal
dan eksternal. Misalnya, aplikasi internal dapat mencakup akses ke
e-mail, situs Web proyek, dan kelompok diskusi; layanan mandiriWeb
sumber daya manusia;database pelanggan, persediaan dan database korporat
lainnya; sistem pendukung keputusan, dan sistem manajemen pengetahuan.
Aplikasi eksternal dapat mencakup industri keuangan dan layanan berita
Internet lainnya;koneksi ke kelompok diskusi industri; dan koneksi ke
situs Web ekstraanet dan Internet pemasok dan pelanggan.
Portal
sistem informasi perusahaan dapat menyediakan tempat kerja pribadi dari
sumber informasi, alat analisis dan administrasi, serta aplikasi bisnis
yang relevan bagi praktisi bisnis.
Sistem Informasi Pengetahuan
Sistem
manajemen pengetahuan (knowledge management system – KMS) diperkenalkan
di Bab 2 sebagai penggunaan teknologi informasi untuk membantu
mengumpulkan, mengatur, dan saling berbagi pengetahuan bisnis di dalam
organisasi. Di banyak orrganisasi, database hipermedia di situs Web
intranet korporat telah menjadi basis pengetahuan untuk penyimpanan dan
penyebaran pengetahuan bisnis. Pengetahuan ini sering berbentuk
pengalamann terbaik (best practices), kebijakan, dan solusi bisnis di
tingkat proyek, tim, unit bisnis, dan tingkat perusahaan.
TEKNOLOGI KECERDASAN ARTIFISIAL DALAM BISNIS
Bisnis dan AI
Teknologi
kecerdasan artifisial (arificial intelligence - AI) dipergunakan dalam
berbagai cara untuk memperbaiki pendukung keputusan yang disediakan bagi
manajer dan praktisi bisnis di banyak perusahaan. Misalnya :
Aplikasi
berbasi AI digunakan dalam distribusi dan penelusuran informasi,
penambangan basis data, desain produk, manufaktur, inspeksi, pelatihan,
pendukung pemakai, perencanaan operasi bedah, penjadwalan sumber daya,
dan manajemen sumber daya yang rumit.
Bahkan, bagi setiap orang yang
menjadwalkan, merencanakan, mengalokasi sumber daya, mendesain produk
baru, menggunakan Internet, mengembangkan software, bertanggungjawab
atas kualitas produk, praktisi investasi, mengandalkan TI, menggunakan
TI, atau bekerja dalam berbagai kapasitas dan arena lainnya, teknologi
AI mungkin sudah ada dan menyediakan keunggulan kompetitif.
Gambaran Umum Kecerdasan Artisial
Apa itu kecerdasan artisial? Kecerdasan artifisial (artificial
Intelligence - AI) adalah bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang
didasari oleh ilmu-ilmu seperti ilmu komputer, biologi, psikologi,
linguistik, matematika, dan teknik. Tujuan AI adalaah mengembangkan
komputer yang dapat berpikir, serta melihat, mendengar, berjalan,
berbicara, dan merasakan sesuatu. Pendorong utama dari kecerdasan
artifisial adalah perkembangan fungsi komputer yang umumnya
diasosiasikan dengan kecerdasan manusia, seperti penalaran,
pembelajaran, dan penyelesaian masalah.
Atribut Perilaku Cerdas
• Berpikir dan bernalar
• Menggunakan penalaran untuk menyelesaikan masalah
• Belajar dan paham dari pengalaman
• Memperoleh
• Menampilkan kreativitas dan imajinasi
• Mengatasi situasi yang rumit dan membingungkan
• Menanggapi situasi baru dengan cepat dan dengan berhasil
• Mengenali elemen-elemen yang penting dalam suatu situasi
• Mengatasi informasi yang ambigu (bermakna ganda), tidak lengkap, dan salah
Aplikasi Komersial AI
Pendukung Keputusan
•
Lingkungan kerja yang cerdas yang akan membantu Anda menangkap alasan
dan apa yang termasuk dalam rancangan teknis dan pengambilan keputusan.
•
Sistem interface komputer-manusia (human-computer interface – HCI) yang
cerdas yang dapat memahami bahasa lain dan bahasa tubuh, serta membantu
penyelesaian masalah dengan cara mendukung kerja sama dalam organisasi
guna menyelesaikan masalah tertentu.
• Software penilaian situasi dan alokasi sumber daya untuk penggunaan mulai dari pesawat dan bandara hingga pusat logistik
Penelususran Informasi
• Sistem Internet dan intranet berbasi AI yang menyaring gelombang pasang dari informasi menjadi presentasi yang sederhana
•
Teknologi bahasa alami untuk menelusuri semua jenis informasi online,
dari teks hingga gambar, video, peta, dan klip audio, sebagai tanggapan
terhadap pertanyaan dalam bahasa Inggris.
• Penambangan data untuk analisis tren pemasaran, peramalan keuangan, pengurangan biaya perawatan, dan lain-lain.
Realitas Virtual
•
Versi seperti sinar-X yang dilengkapi dengan visualisasi realitas yang
memungkinkan dokter bedah otak untuk “melihat ke dalam” jaringan untuk
mengoperasikan, mengawasi, dan mengevaluasi keadaan penyakit.
•
Animasi otomatis dan interface peraba yang memungkinkan pemakai untuk
berinteraksi dengan objek virtual memalui sentuhan (misalnya, mahasiswa
kedokteran dapat “merasakan” cara menjahit pembuluh nadi yang rusak).
Robotik
•
Sistem inspeksi visi mesin untuk mengukur, membimbing,
mengidentifikasi,dan memeriksa produk dan menyediakan keunggulan
kompetitif dalam proses manufaktur.
• Sistem robotik singkat dari robot mikro dengan tangan dan kakihingga robot kognitif dan sistem visi modular yang dapat dilatih
Jaringan Syaraf
Jaringan syaraf (neural networks) adalah sistem komputansi yang dibuat
mirip dengan jaringan otak dari elemen pemrosesan yang saling
berhubungan, yang disebut neuron. Tentu saja, jaringan syaraf lebih
sederhana dalam arsitekturnya (otak manusia diperkirakan memiliki lebih
dari 100 miliar neuron!).
Sistem Logika yang Kabur (Fuzzy Logic)
Fuzzy logic adalah metode penalaran yang mirip dengan penalaran manusia
karena memungkinkan perkiraan nilai dan inferensi (fuzzy logic) dan
data yang tidak lengkap atau bermakna ganda (fuzzy data), tidak
mengandalkan pada data yang jelas (crisp data), seperti pilihan binari
(ya/tidak).
Realitas Virtual
Realitas virtual (virtual
reality - VR) adalah realitas yang disimulasikan oleh komputer. Realitas
virtual adalah bidang AI yang berkembang pesat yang berasal dari usaha
untuk membangun interface komputer-manusia multisensor yang lebih alam
dan realistis.
Jenis-jenis Agen yang Cerdas
Agen Interface Pemakai
•
Tutor Interface. Mengamati operasional komputer pemakai, mengoreksi
kesalahan pemakai, dan menyediakan petunjuk dan nasihat mengenai
penggunaan software secara efisien
• Agen Presentasi. Menunjukkan informasi dalam berbagai bentuk pelaporan dan presentasi yang disukai oleh pemakai.
• Agen Navigasi Jaringan. Menemukan jalur informasi dan menyediakan cara untuk melihat informasi sesuai keinginan pemakai.
•
Agen Permainan-Peran (Role-Playing Agent). Memainkan permainan
jika-maka (what-if) dan peran lainnya untuk membantu pemakai memahami
informasi dan membuat keputusan yang lebih baik
Agen Manajemen Informasi
•
Agen Pencari. Membantu pemakai untuk menemukan file dan database,
mencari informasi yang diinginkan, dan menyarankan serta menemukan
jenis-jenis baru dari produk, media, dan sumber daya informasi.
•
Pialang (Broker) Informasi. Menyediakan layanan komersial untuk
menemukan dan mengembangkan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan
pribadi atau bisnis dari seorang pemakai.
• Saringan Informasi.
Menerima, menemukan, ,menyaring, membuang, menyimpan, melanjutkan, dan
memberitahukan ke pemakai akhir mengenai produk yang diterima atau yang
diinginkan, termasuk e-mail,voice mail, dan semua media informasi
lainnya.
Agen yang cerdas seperti pada Ask Jeeves mambantu Anda
menemukan informasi dalam berbagai kategori dari sejumlah sumber
online.
Sistem Pakar
Salah satu aplikasi kecerdasan
artifisial yang paling praktis dan banyak diimplementasikan dalam bisnis
adalah pengembangan sistem pakar dan sistem informasi berbasis
pengetahuan lainnya. Sistem informasi berbasis pengetahuan
(knowledge-based information system – KBIS) menambah basis pengetahuan
ke komponen utama yang ditemukan dalam jennis-jenis lain dari sistem
informasi berbasis komputer. Sistem pakar (expert system – ES) adalah
sistem informasi berbasis pengetahuan yang menggunakan pengetahuannya
mengenai bidang aplikasi yang khusus dan kompleks untuk bertindak
sebagai konsultan ahli bagi pemakai akhir.
Komponen Sistem Pakar
•
Basis Pengetahuan. Basis pengetahuan dari sistem pakar terdiri atas (1)
fakta-fakta mengenai bidang tertentu (misalnya, john adalah seorang
analis) dan (2) heuristik (peraturan utama) yang menyatakan prosedur
penalaran dari seorang pakar mengenai suatu topik (misalnya: JIKA John
adalah seorang analis, MAKA dia membutuhkan tempat kerja). Ada banyak
cara untuk menyajkan pengetahuan seperti ini dalam sistem pakar.
Contohnya metode representasi pengetahuan berbasis peraturan, berbasis
kerangka, berbasis objek, dan berbasis kasus.
Metode Representasi Pengetahuan
•
Penalaran Berbasis Kasus. Mewakili pengetahuan dalam basis pengetahuan
sistem pakar dalam bentuk kasus, yaitu, contoh-contoh kinerja yang
lampau, kejadian, dan pengalaman.
• Pengetahuan Berbasis Kerangka.
Pengetahuan yang disajikan dalam bentuk hierarki atau jaringan kerangka.
Kerangka adalah koleksi pengetahuan mengenai entitas yang terdiri dari
paket nilai data yang kompleks yang mendeskripsikan atributnya.
•
Pengetahuan Berbasis Objek. Pengetahuan yang disajikan sebagai jaringan
objek. Objek adalah elemen data yang mencakup data dan metode atau
proses yang bertindak atas data tersebut.
• Pengetahuan Berbasis
Peraturan. Pengetahuan yang disajikan dalam bentuk peraturan dan
pernyataan mengenai fakta. Peraturan adalah pernyataan yang umumnya
berbentuk premis dan kesimpulan, seperti: Jika (kondisi), Maka
(kesimpulan).
• Sumber daya software. Paket software sistem pakar
berisi mesin inferensi dan program lainnya untuk menyempurnakan
pengetahuan dan berkomunikasi dengan pemakai. Program mesin inferensi
memproses pengetahuan (seperti peraturan dan fakta) yang berhubungan
dengan masalah tertentu. Program ini kemudian membuat suatu asosiasi dan
inferensi yang mnghasilkan tindakan yang direkomendasikan. Program
interface pemakai untuk komunikasi dengan pemakai akhir juga dibutuhkan,
termasuk program penjelasan untuk menjelaskan proses penalaran ke
pemakai jika diminta. Program akuisisi pengetahuan bukan merupakan
bagian dari sistem pakar namun merupakan alat software untuk
pengembangan berbasis pengetahuan, seperti kulit luar sistem pakar
(expert system shells) yang digunakan untuk mengembangkan sistem pakar.
Tivoli
Systems Manager dari IBM secara otomatis mengawasi dan mengelola
komputer dalam jaringan dengan komponen software sistem pakar yang
proaktif berdasarkan keahlian manajemen sistem mainframe ekstensif dari
IBM.
Manfaat Sistem Pakar
Sistem pakar menangkap keahlian
seorang atau sekelompok pakar dalam sistem informasi berbasis komputer.
Jadi, sistem ini dapat melakukan keahlian manusia dalam banyak situasi
masalah. Ini karena sistem pakar lebih cepat dan lebih konsisten, dapat
memiliki pengetahuan dari beberapa pakar, dan tidak dapat lelah atau
terganggu oleh pekerjaan yang terlalu banyak atau stres. Sistem pakar
juga membantu memelihara dan memproduksi kembali pengetahuan para pakar.
Kategori Aplikasi Sistem Pakar
•
Manajemen keputusan - Sistem yang menilai situasi atau mempertimbangkan
alternatif dan membuat rekomendasi berdasarkan kriteria yang disediakan
selama proses penemuan:
Analisis portofolio pinjaman
Evaluasi kinerja karyawan
Tanggungan asuransi
Peramalan demografi
• Diagnostik/pemecahan masalah – Sistem yang menyimpulkan penyebab utama dari sejarah dan gejala yang dilaporkan:
Pencocokan peralatan
Operasional bantuan (help desk)
Pengoreksian software
Diagnosis medis
• Desain/konfigurasi – Sistem yang membantu mengkonfigurasi komponen peralatan, berdasarkan batasan yang ada:
Instalasi peralatan komputer
Studi kemampuan manufaktur
Jaringan komunikasi
Rencana perakitan optimum
• Seleksi/klasifikasi – Sistem yang membantu pemakai memilih produk atau proses, biasanya dari berbagai jenis alternatif:
Seleksi materi
Identifikasi rekening yang menunggak
Klasifikasi informasi
Identifikasi sesuatu yang dicurigai
• Pengawasan/pengendalian proses – Sistem yang mengawasi dan mengendalikan prosedur atau proses:
Pengendalian mesin (termasuk robotik)
Pengendalian persediaan
Pengawasan produksi
Pengujian kimia
Kriteria kesesuaian untuk sistem pakar
• Ranah: Ranah, atau topik, masalah relatif kecil dan terbatas pada bidang masalah yang didefinisikan dengan baik.
•
Keahlian: Solusi masalah memerlukan usaha dari seorang pakar.
Maksudnya, kumpulan pengetahuan, teknik, dan intuisi yang dibutuhkan
hanya dimiliki oleh beberapa orang.
• Kompleksitas: Solusi masalah
adalah tugas yang kompleks yang membutuhkan pemrosesan inferensi logis,
yang tidak akan dapat diatasi dengan baik oleh pemrosesan informasi
konvensional.
• Struktur: Proses solusi harus dapat mengatasi
struktur yang rusak, ketidakpastian, kehilangan, dan kekacauan data, dan
situasi masalah yang berubah seiring dengan perubahan waktu.
•
Ketersediaan: Ada pakar yang mudah menyampaikan pendapatnya dan mudah
diajak bekerjasama, serta mendukung manajemen dan pemakai akhir yang
terlibat dalam pengembangan sistem yang diusulkan.
Ringkasan
•
Informasi, Keputusan, dan Manajemen. Sistem informasi dapat mendukung
berbagai tingkat pengambilan keputusan menajemen dan keputusan. Hal ini
mencakup tiga tingkat aktivitas manajemen (pengambilan keputusan
strategis, taktis, dan operasional) dan tiga jenis struktur keputusan
(terstruktur, semiterstruktur, dan tak terstruktur). Sistem informasi
menyediakan berbagai produk informasi untuk mendukung jenis-jenis
keputusan ini pada semua tingkat di organisasi.
• Tren Pendukung
Keputusan. Perubahan besar sedang terjadi pada alat SIM, DSS, dan EIS
tradisional untuk menyediakan informasi dan pemodelan yang dibutuhkan
oleh manajer guna mendukung pengambilan keputusan. Pendukung keputusan
dalam bisnis sedang berubah, yang didorong oleh pengembangan yang pesat
pada komputansi dan jaringan pemakai akhir; teknologi Web dan Internet;
dan aplikasi bisnis berbasis Web. Pertumbuhan intranet perusahaan,
ekstranet, serta Web, telah mempercepat pengembangan interface “kelas
eksekutif” seperti portal informasi perusahaan dan alat software
kecerdasan bisnis berbasis Web, dan penggunaannya pada tingkat manajemen
yang lebih rendah dan oleh individual dan tim praktisi bisnis. Selain
itu, pertumbuhan aplikasi e-business dan e-commerce telah memperluas
penggunaan portal perusahaan dan alat DSS oleh pemasok, pelanggan, dan
pemilik kepentingan bisnis yang lain dari suatu perusahaan.
• Sistem
Informasi Manajemen. Sistem informasi manajemen menyediakan laporan yang
telah ditentukan dan tanggapan ke manajer berdasarkan pelaporan
periodik, pengecualian, permintaan, atau dorongan, untuk memenuhi
kebutuhan mereka akan informasi guna mendukung pengambilan keputusan.
•
OLAP dan Penambangan Data. Pemrosesan analitis online (online
analytical processing – OLAP) secara interaktif menganalisis hubungan
yang kompleks antara sejumlah besar data yang disimpan dalam database
multidimensi. Penambangan data menganalisis sejumlah besar data historis
yang telah disiapkan untuk analisis dalam gudang data. Kedua teknologi
ini menemukan pola, tren, dan kondisi pengecualian dalam data perusahaan
yang mendukung analisis bisnis dan pengambilan keputusan.
• Sistem
Pendukung Keputusan. Sistem pendukung keputusan (decision suprt system -
DSS) adalah sistem informasi berbasis komputer interaktif yang
menggunakan software DSS dan basis model serta database untuk
menyediakan informasi yang sesuai untuk mendukung keputusan yang
semiterstruktur dan tak terstruktur yang dihadapi oleh manajer
individual. DSS didesain untuk menggunakan pandangan dan penilaian
pengambil keputusan dalam proses pemodelan analitis, interaktif, dan ad
hoc yang mengarah pada keputusan khusus.
• Sistem Informasi
Eksekutif. Sistem informasi eksekutif (executive information systems -
EIS) adalah sistem informasi yang dulunya didesain untuk mendukung
kebutuhan informasi strategis oleh manajemen tingkat tinggi. Akan
tetapi, penggunaannya telah meluas ke tingkat manajemen yang lebih
rendah dan praktisi bisnis. EIS mudah digunakan dan memungkinkan
eksekutif untuk menelusuri informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan
preferensi mereka. Jadi, EIS dapat menyediakan informasi mengenai
faktor-faktor utama kesuksesan perusahaan bagi eksekutif untuk mendukung
perencanaan dan mengendalikan tanggung jawab.
• Portal Pengetahuan
dan Informasi Perusahaan. Portal informasi perusahaan menyediakan
interface berbasi Web yang dibuat khusus untuk intranet korporat guna
memberikan bagi para pemakai akases yang mudah ke berbagai aplikasi
bisnis internal dan eksternal, database, dan layanan informasi yang
sesuai dengan preferensi individual dan kebutuhan informasi. Jadi,
portal ini dapat menyediakan informasi berbasis Web, pengetahuan, dan
pendukung keputusan bagi para eksekutif, manajer, dan praktisi bisnis,
serta pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis lainnya. Portal pengetahuan
perusahaan adalah portal intranet korporat yang memperluas penggunaan
portal informasi perusahaan untuk mencakup fungsi manajemen pengetahuan
dan sumber daya berbasis pengetahuan agar menjadi bentuk utama dari
sistem manajemen pengetahuan bagi perusahaan.
• Kecerdasan
Artifisial. Ranah aplikasi utama dari kecerdasan artifisial (artificial
intelligence - AI) mencakup berbagai aplikasi dalam ilmu kognitif,
robotik, dan interface alami. Tujuan umum dari AI adalah pengembangan
fungsi komputer agar mirip dengan kemampuan mental dan fisik manusia,
seperti robot yang dapat melihat, mendengar, berbicara, merasa, dan
bergerak, serta software yang dapat melakukan penalaran, belajar, dan
menyelesaikan masalah. Jadi, AI sedang diterapkan kedalam banyak
aplikasi operasional bisnis dan pengambilan keputusan manajerial, serta
dalam banyak bidang lainnya.
• Teknologi AI. Berbagai bidang aplikasi
AI termasuk jaringan syaraf, logika yang kabur/membingungkan (fuzzy
logic), algoritma genetis, realitas virtual, dan agen yang cerdas.
Jaringan syaraf adalah sistem software dan hardware yang didasari oleh
model sederhana dari struktur syaraf otak yang dapat belejar mengenali
pola data. Sistem logika yang kabur menggunakan peraturan penalaran
perkiraan untuk menyelesaikan masalah jika data tidak lengkap atau
ambigu (bermakna ganda). Algoritma genetis menggunakan seleksi,
pengacakan, dan fungsi matematika lainnya untuk mensimulasi proses
evolusi yang dapat menghasilkan solusi yang lebih baik terhadap masalah.
Realitas virtual (virtual reality - VR) adalah sistem multisensor yang
memungkinkan pemakai (manusia) untuk mengalami lingkungan simulasi
komputer seolah-olah lingkungan tersebut memang nyata. Agen yang cerdas
adalah wakil software berbasis pengetahuan bagi pemakai atau proses
untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.
• Sistem pakar. Sistem
pakar (Expert system) adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang
menggunakan software dan basis pengetahuan mengenai bidang aplikasi yang
khusus dan kompleks untuk bertindak sebagai konsultan ahli bagi pemakai
di banyak bisnis dan aplikasi teknis. Software-nya mencakup program
mesin inferensi yang menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan peraturan
yang disimpan dalam basis pengetahuan. Basis pengetahuan terdiri atas
fakta-fakta mengenai bidang khusus dan heuristik (peraturan utama) yang
menyatakan prosedur penalaran dari seorang pakar. Manfaat dari sistem
pakar (seperti pemeliharaan dan pengulangan keahlian) harus disesuaikan
dengan kemampuan aplikasinya yang terbatas dalam banyak situasi masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar