Ketika akan sholat di tempat yang tidak dikenal, kerap kali kita
kebingungan menentukan arah untuk menghadap kiblat. Namun sebuah sajadah
yang telah disematkan teknologi bisa menjawab keresahan itu. Sebab alat
ini memancarkan cahaya kala menghadap kiblat.
El Sajjadah -- nama alat tersebut -- adalah hasil inovasi seorang
inventor bernama Soner Ozenc. Ia merupakan desainer asal Turki yang
bertempat tinggal di London, Inggris.
Dikutip detikINET dari Huffington Post, Selasa (25/7/2012), El Sajjadah
sayangnya belum bisa diproduksi secara masal karena kekurangan modal.
Ozenc pun saat ini tengah berusaha untuk mengumpulkan dana hingga USD
100 ribu melalui situs fundraising, Kickstarter.com.
Jika penggalangan dananya sukses, Ozenc menjanjikan setiap donor yang
mengucurkan bantuan minimal USD 500 akan menjadi pemilik El Sajjadah
pertama.
"Sejauh ini tidak ada komentar negatif tentang El Sajjadah. Kecuali dari
cahayanya yang begitu kuat, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu
kekhusyuan saat sholat," ujar Ozenc.
"Namun jangan khawatir, karena ada tombol 'off' di sisi alat ini. Tinggal mematikannya jika merasa silau," lanjutnya.
Pict :
Nama 'El Sajjadah' sendiri berasal dari kata Electro Luminescent (EL)
dan Sajadah, alas yang biasa dipakai untuk sholat bagi umat muslim.
Sajadah canggih ini ditanamkan semacam komputer kecil dan kompas digital
di dalamnya.
Jadi lewat alat itulah El Sajjadah menemukan Kabah yang menjadi kiblat
umat muslim untuk sholat dan memancarkan cahaya di bagian pattern-nya.
"Pattern masjid digambar mulai dari pixel ke pixel dengan melihat model
skala kecil Masjid Biru di Istanbul, Turki," lanjut Ozenc.
"El Sajjadah juga bisa jadi penerang ruangan ketika digantungkan di dinding," pungkasnya.
Sejauh ini, Ozenc dan teman-temannya dari Soner Ozenc Product Design
Studio telah menginvestasikan USD 30.000 untuk proyek ini. Sementara
dari Kickstarter, mereka baru mengumpulkan sekitar USD 7.000.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar